Stenly Hicks Sebuah perjalan hidup akan di kenang dan diceritakan kepada orang lain. Maka gunakan tulisan mu untuk dapat memberi ruang orang lain membacanya.

Bikin Sedotan Dari Rumput Laut, Orang Ri Disuntik Modal Nyaris Rp 1 M

2 min read

Geliat Petani Rumput Laut

Jakarta – Seorang penemu asal Indonesia menjangkau juara 1 persaingan tingkat dunia Battle of Minds 2021. Berkat pemikiran produk sedotan berbahan dasar rumput laut, Tim Ijo yang mewakili RI mengalahkan perwakilan terbaik dari 24 negara penerima yang lain dari seluruh dunia.

Atas raihan juara 1 persaingan tersebut, Tim Ijo yang menenteng inspirasi sustainable bioplastic sukses mendapatkan pendanaan dari BTomorrow Ventures senilai GBP 50.000 atau nyaris Rp 1 miliar.

Pengumuman pemenang dijalankan secara virtual pada simpulan minggu kemudian dan didatangi oleh administrasi Global BAT dan BTomorrow Ventures di Inggris selaku penyelenggara kompetisi, serta para finalis dari seluruh dunia.

Baca Juga :  Bithumb Global Menyatukan Komunitas Crypto Secara Transparan

Sustainable Bioplastic sendiri merupakan inovasi untuk memproduksi sedotan berbahan dasar rumput bahari (seastraw) yang menjadi terobosan pengganti sedotan plastik yang lebih ramah lingkungan, murah dan mudah dibuat (sustainable), dan bahkan sanggup dimakan.

Menurut The United Nations Environment Programme (UNEP), di sekarang ini penduduk di seluruh dunia memproduksi 300 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia’ menciptakan sampah plastik sebanyak 64 juta ton per tahun, salah satunya berasal dari plastik sekali pakai.

Inovasi sustainable bioplastic dari Tim Ijo yang beranggotakan Rahadiyan Dewangga Garuda dan Nia Julies ini menjadi salah satu penyelesaian penting untuk menyelamatkan Indonesia dan dunia dari kerusakan lingkungan akhir sampah plastik. Lantaran yang dibikin dari materi alami, sedotan tersebut nantinya sanggup dengan mudah terurai dengan sendirinya (biodegradable), sehingga sanggup meminimalisir jumlah sampah plastik di bumi.

“Sangat susah diandalkan bahwa kami sanggup menjadi juara utama. Kami cuma berharap bahwa kami akan masuk ke dalam 10 besar saja. Dengan kemenangan ini, kami kian bersahabat dengan mimpi kami yang ingin mengambil alih produk sedotan berbahan plastik sekali pakai dengan produk kami yang lebih ramah lingkungan, mudah diproduksi, mudah terurai secara alami dan pastinya mempunyai pengaruh konkret bagi lingkungan dan penduduk sekitar,” kata Rahadiyan dikutip detikcom, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga :  Pinjol Legal 'Menghilangkan Dosa' Pinjol Nakal

Selain sanggup meminimalisir sampah plastik, inspirasi mereka juga akan mendorong perkembangan budidaya rumput bahari di Indonesia, mengembangkan kemakmuran para petani rumput bahari yang pada kesudahannya juga mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis maritim dan pada di saat yang serupa menolong konservasi tempat perairan bahari dalam jangka panjang. Selain itu, rumput bahari juga dipahami mempunyai fungsi kesehatan sehingga seastraw buatan Tim Ijo nantinya sanggup dikonsumsi dengan aman.

Rahadiyan dan Nia yang merupakan profesional muda ini mengikuti persaingan Battle of Minds sejak bulan Mei 2021. Setelah mengungguli persaingan tingkat nasional pada bulan September. Mereka mewakili Indonesia di tingkat internasional dan sukses menjadi finalis bareng dengan 12 negara lainnya, yakni Mesir, Kenya, Bangladesh, Rusia, Serbia, Pakistan, Vietnam, Nigeria, Brazil, Inggris, Amerika Serikat dan Venezuela.

Setelah lewat babak penjurian yang ketat, Rahadiyan dan Nia sukses meyakinkan jajaran dewan juri dari BAT dan BTomorrow Ventures dan keluar selaku juara pertama. Mesir dan Venezuela keluar selaku juara 2 sedangkan juara ketiga dimenangkan oleh Kenya. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak keikutsertaannya di Battle of Minds tahun 2019.

Pemenang dari Battle of Minds akan mendapat bantuan investasi serta acara akselerasi bisnis yang mau menolong mereka dalam merealisasikan impiannya untuk menjadi pemimpin perubahan.

“Ini merupakan prestasi yang sungguh membanggakan bagi kita semua. Saya sungguh bahagia menyaksikan bagaimana bawah umur muda kini berbincang kepedulian dan turut ikut serta secara eksklusif dalam menolong pencapaian Sustainable Development Goals,” kata Widyo Rulyantoko, HR & Inclusion Director BAT Indonesia.

Baca Juga :  Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha Merupakan Hal Penting

“Rahadiyan dan Nia merupakan representasi generasi muda emas Indonesia yang mesti terus kita berikan dukungan. Battle of Minds sendiri merupakan wujud janji BAT kepada acara keberlanjutan (sustainability) yang merupakan potongan dari visi kami untuk bikin Masa Depan Yang Lebih Baik (A Better Tomorrow), dengan menempatkan Environment, Social, and Governance (ESG) di posisi terdepan dalam setiap acara perusahaan yang kami lakukan,” tambahnya.

Stenly Hicks Sebuah perjalan hidup akan di kenang dan diceritakan kepada orang lain. Maka gunakan tulisan mu untuk dapat memberi ruang orang lain membacanya.