Rebeca Sterlin Begitu indahnya semua perjalanan ini ku lalui, dan sangat sayang bagiku untuk tidak membagikan cerita-cerita ini kepada kalian.

Bisnis Kepentok Di Masalah Logistik? Coba Kiat Ini

2 min read

Ilustrasi gudang logistik

Jakarta – Kelancaran distribusi menyerupai energi, pangan, dan sektor yang lain jadi salah satu penopang mudah-mudahan ekonomi dalam negeri bisa bangkit. Kabar baiknya, sejumlah industri bisa bertahan bahkan berkembang secara nyata di tengah suasana tidak menentu.

Dengan mulai bangkitnya kembali perekonomian Indonesia di Kuartal kedua, para pelaku jerih payah mesti mulai garang dalam mengambil potensi perkembangan ini.

“Kami menyaksikan bahwa saat-saat perkembangan ini mesti disertai dengan pergantian dan pembiasaan atas suasana pasar yang telah masuk dalam masa New Normal. Salah satu kunci kesuksesan yakni kesanggupan melaksanakan inovasi pada metode supply chain untuk memaksimalkan jangkauan serta go to market secara efektif dan efisien,” kata Country Manager Borong Indonesia Ronald Sipahutar dalam keterangannya, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga :  Kemampuan Inovatif Seorang Wirausaha Merupakan Hal Penting

Borong Indonesia sendiri yakni platform digital rantai pasok distribusi untuk menolong meningkatkan dan membuat lebih gampang denah dan struktur bisnis distribusi. Borong sanggup mempersempit proses, konsentrasi pada konsumen dan mendorong bisnis berkembang secara eksponensial. Sebagai Software as a Service (SaaS), Borong bisa digunakan oleh banyak sekali industri untuk mengurus Proses Supply Chain, Proses Pengadaan, membangun E-Commerce sendiri sampai mengurus pelanggannya via fitur CRM untuk meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV).

Dalam proses menyesuaikan diri di masa new normal, Borong Indonesia mengadakan event bertajuk Borong BizWeek pada 23-24 November 2021. Kegiatan edukasi ini akan dibagi ke dalam dua sesi, yakni Borong Corner (23/11), yang berupa pelatihan online untuk meningkatkan wacana industri supply chain dan pembaruan manajemen, serta Borong Academy (24/11) yang berupa sharing session perihal seni administrasi bisnis untuk usahawan dan pengguna.

Acara ini bersifat terbuka dan sanggup disertai oleh semua kalangan, mulai dari usahawan Mikro, UKM sampai Enterprise. Akan ada 5 (lima) pembicara utama yang meningkatkan tidak cuma berupa insights tetapi juga kesanggupan teknis untuk sanggup pribadi diimplementasikan.

Di kurun new normal, sejumlah tantangan mesti dihadapi para pelaku usaha, mulai dari pergantian mobilitas Salesman, daya beli yang condong menurun, sampai dinamika versi bisnis. Tantangan-tantangan tersebut serta penyelesaian bertahan dan meningkat di masa pandemi yakni salah satu topik yang mau dibahas pada pelatihan bertajuk “Market Outlook 2022: Hopes & Fear 2022” dengan pembicara Yongky Susilo (Consumer & Retail Strategist), yang juga pernah menjabat selaku Executive Director PT Nielsen Company Indonesia.

Selain itu, ada juga Adrian Baskoro (Co-Founder PT RTMart Group Indonesia), seorang profesional dengan lebih dari 30 tahun di perusahaan nasional & multinasional, yang mau menjadi pembicara diskusi bernuansa “Winning Strategy: Competition, Supply Chain and Marketing Disruption”. Membahas bagaimana perusahaan dengan kegiatan distribusi besar sanggup berkembang dalam kompetisi yang ada serta antisipasi yang mesti dilakukan. Bagaimana penyesuaian kegiatan penjualan selama disrupsi pandemi dan bagaimana supply chain menjadi winning strategy bagi para pemilik bisnis maupun brand. Kedua tema pelatihan tersebut akan digelar pada event hari pertama, yang diberi tajuk Borong Corner.

Sedangkan pada event hari kedua, akan ada Borong Academy. Seminar yang didedikasikan bagi entrepreneur bernuansa “Modern Distribution Management”, akan membahas wacana regulasi dan administrasi distribusi, financing distribution management, dan bagaimana meramal pasar. Dibawakan oleh Efrata Denny Saputra Yunus, ST, MIS, MCOM, CSCA, CSCM, CDDP (Supply Chain Management Practitioner), yang terlatih di beberapa perusahaan multinasional FMCG dan Pharmaceutical.

Baca Juga :  Pengiriman Duit Kripto Jadi Penyelamat Bagi Yang Paling Rentan Di Dunia

Selanjutnya, tema “Strategi Mengolah Cabang dengan Close-Loop Marketplace”, yang mau membahas perihal cara mengurus cabang bisnis dengan metode close-loop marketplace, dengan pembicara, Rex Marindo (Founder & CEO Foodizz), seorang praktisi, pengembang bisnis kuliner yang juga penulis buku.

Tidak cuma itu, masih ada Satria Utama (VP Marketing TACO Group, Ex Unilever and Samsung Indonesia), yang mau membahas cara menghadapi tantangan dalam penjualan dalam bisnis supply chain, dalam tema “Marketing for Supply Chain & Distribution: The Core & Challenge”.

Kegiatan ini memiliki tujuan ingin memberi pencerahan dan pemberdayaan lewat diskusi dan inovasi jaringan distribusi terpadu untuk menghadapi tantangan masa kini, sehingga para pelaku industri terbekali pengertian yang cukup untuk melakukan bisnis di 2022 dan sanggup berkembang dan berkompetisi dengan inovasi kegiatan distribusi supply chain.

Rebeca Sterlin Begitu indahnya semua perjalanan ini ku lalui, dan sangat sayang bagiku untuk tidak membagikan cerita-cerita ini kepada kalian.