Pasar Induk Terbaru Diklaim Tidak Berada Di Lahan Sita Blbi

1 min read

Tommy Soeharto meluncurkan rest area 4.0 di Karawang, Jabar. Tommy Soeharto juga meninjau kepraktisan rest area untuk truk ini.

Karawang – Pasar Induk Modern milik Tommy Soeharto di Karawang disebut bukan di lahan yang disita Satgas BLBI. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Mandala Pratama Permai Muhammad Saugi.

“Posisi pembangunan Pasar Induk Modern Berkarya ini bukan di lahan sita,” kata Saugi, Rabu (10/11/2021).

Pihak operasional PT Mandala Pratama Permai, Haykal menerangkan pembangunan ketiga wilayah yakni Depo Logistik Terpadu Dawuan atau Rest Area 4.0, Pasar Induk Modern Berkarya dan Pengelolaan Air Bersih bukan berada di lahan sita.

“Untuk lahan sita BLBI itu ada di Blok A sekitar 124 hektare dan untuk pembangunan tiga wilayah ini di Blok B wilayah Industri PT Mandala Pratama Permai,” jelasnya.

Baca Juga :  Wamendag: Regulasi Jual Beli Crypto Kewenangan Bappebti

Menurut Haykal di lahan Blok A itu memang pernah dibangun PT Timor Putra Nasional (TPN) tetapi sekarang telah tinggal bangunannya dan lahan.

“Yang disita itu di sana cuma bangunan kosong juga lahan kosong,” katanya.

Selain itu, total luasan Kawasan Industri PT Pratama Permai ini seluas 237 hektare dan beroperasi sejak 1997.

“Kalau permulaan beroperasi ini sejak 1997 dan luasnya itu 237 hektare,” tandasnya.

Muhammad Saugi menyertakan bukan cuma peresmian Rest Area 4.0, yang didirikan Tommy Soeharto, tetapi juga pengelolaan air higienis serta peresmian ulang Pasar Induk Modern Berkarya.

Lahan rest area 4.0 seluas 3 hektare, Pengelolaan Air Bersih 1 hektar dan Pasar Induk Modern Berkarya seluas 12 hektare. “Rest area itu 3 hektar, pengelolaan air higienis untuk keperluan itu 1 hektare, dan Pasar Induk Modern Berkarya seluas 12 hektar,” katanya.

Soal perizinan ketiga wilayah ia juga menerangkan telah sesuai hukum dan memiliki izin. “Masalah perizinan semua telah sesuai proses dan tidak ada permasalahan soal perizinan,” terang Saugi.

Baca Juga :  Joe Taslim Mulai Berinvestasi Di Aset Crypto

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Karawang sempat mengungkapkan bahwa Tommy Soeharto pernah prospektif akan membangun pasar induk paling besar di Karawang, yang berlokasi di lahan yang sekarang disita Satgas BLBI.

“Tahun 2020 lalu, Tommy sempat mengadakan peletakan watu pertama di wilayah industri PT Mandalapratama Permai di Cikampek yang nantinya akan dibangun pasar induk paling besar di Karawang,” kata Kepala Dinas PUPR Dedi Ahdiat lewat telepon selular, Jumat (5/11/2021).

Dikatakan Dedi, pasar induk yang dijanjikan Tommy berada di lahan wilayah industri PT Mandalapratama Permai yang luasnya 12 hektare.

“Jadi kontrak buat di sebagian lahan wilayah industri PT Mandalapratama Permai seluas 12 hektar dan 2 hektar untuk terminal,” katanya.

Baca Juga :  Startup Berbasis Pemanfaatan Teknologi Blockchain Akan Bantu Pemerintah Atasi Pergantian Iklim

Ia juga mengakui, dari acara peletakan watu pertama itu didatangi juga oleh Bupati Karawang dan menyikapi konkret kontrak dari Tommy. “Pemkab pastinya menyikapi konkret atas kontrak Tommy yang hendak berdiri pasar induk, alasannya yakni pastinya akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.

Soal penyitaan lahan, pihaknya belum mengenali permasalahan lahannya. “Kalau di sekarang ini ada penyitaan kami tidak tahu, dan apakah nanti tindaklanjutnya menyerupai apa, kami akan komunikasikan apalagi dahulu,” tandasnya.