Wamendag Nilai Aset Crypto Punya Potensi Besar Selaku Komoditas Perdagangan

49 sec read

Wamendag Nilai Aset Crypto Punya Potensi Besar Sebagai Komoditas Perdagangan

GAJEBOT.COM – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menganggap asset crypto memiliki potensi yang sungguh besar selaku komoditas perdagangan.

Menurutnya, di sekarang ini jual beli aset kripto telah meraih Rp 1,7 triliun per hari.

Omzet ini merupakan sepersepuluh dari omzet Bursa Efek Indonesia.

“Terjadi pergeseran sikap penanam modal maupun pedagang utamanya di kelompok anak muda yang mulai menyaksikan crypto selaku ruang gres yang menjanjikan,” kata Jerry terhadap wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Baca Juga :  Pengiriman Duit Kripto Jadi Penyelamat Bagi Yang Paling Rentan Di Dunia

Berbeda dengan negara-negara lain menyerupai Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Indonesia tidak memperlakukan crypto selaku mata duit (currency) tetapi selaku asset yang bisa diperdagangankan.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang BI yang tentukan bahwa mata duit yang sah merupakan rupiah.

Meski demikian, sambutan publik terhadap jual beli asset crypto sungguh besar.

“Khususnya anak muda dan penanam modal kebanyakan itu kan cara berpikirnya out of the box dan senantiasa mencari kesempatan baru. Kaprikornus selain alternatif bursa saham di sekarang ini mereka juga menyaksikan crypto bisa menjadi fasilitas pengembangan ekonomi.” Tambah Jerry.

Melihat pertumbuhan itu, maka telah semestinya pemerintah untuk mengendalikan perdagangan.

Baca Juga :  Wamendag: Regulasi Jual Beli Crypto Kewenangan Bappebti

Indonesia merupakan satu di antara negara pertama yang mengendalikan jual beli asset crypto ini.

Saat ini Kemendag lewat Bappebti sedang menggodok planning pendirian bursa crypto.

Direncanakan bursa ini dapat bangun pada semester kedua tahun ini.

Jika mulus, bursa akan menjadi fasilitas bagi jual beli resmi.

Saat ini Bappebti gres mengendalikan jenis-jenis asset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia yang jumlahnya sekitar 229.