Wamendag: Regulasi Jual Beli Crypto Kewenangan Bappebti

58 sec read

Wamendag: Regulasi Perdagangan Crypto Kewenangan Bappebti

GAJEBOT.COM – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan bahwa crypto menjadi aset digital yang masuk klasifikasi selaku komoditas dalam perdagangan.

Menurutnya, pengaturan jual beli crypto menjadi kewenangan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Aset crypto bukan mata duit atau alat pembayaran menurut aturan Indonesia. Ia merupakan aset digital yang bisa diperdagangkan selaku komoditi. Karena itu ini masuk dalam kewenangan pengaturan oleh Bappebti,” ucap Jerry di saat mendampingi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga :  Startup Berbasis Pemanfaatan Teknologi Blockchain Akan Bantu Pemerintah Atasi Pergantian Iklim

Pemerintah menganggap pengembangan aset digital yang relatif gres ini perlu diakomodasi pengaturannya dalam metode jual beli di Indonesia.

Hal ini tidak lepas dari penggunaan yang kian luas, kesempatan diversifikasi penggunaan dan dampaknya bagi perekonomian nasional secara umum.

“Saya kira memang ini dapat dilihat selaku masalah lintas sektor. Tetapi terperinci dalam hal perdagangannya merupakan wewenang Bappebti,” tukas Wamendag.

Aset crypto di saat ini diperdagangkan dengan omset sekitar Rp 1,5 triliun per hari di Indonesia.

Bappebti berencana untuk mendirikan bursa komoditas untuk aset crypto. Saat ini aturan-aturannya sedang digodog dan dijadwalkan bursa akan bangun pada semester kedua tahun ini.

Jika itu terwujud, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama yang mendirikan bursa crypto yang dikelola oleh Pemerintah.

Menurut data, ada sekitar 8000-9000 jenis aset crypto di saat ini. Bappebti sudah merilis sekitar 229 aset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia.

Jumlah jenis crypto yang bisa diperdagangkan dapat bertambah atau menyusut tergantung hasil pengawasan dan penilaian yang terus ditangani secara berkala.

Baca Juga :  Bappebti Akan Mengesahkan Pendirian Bursa Kripto

“Pada intinya, pengaturan jual beli aset crypto bermaksud meraih beberapa hal. Pertama kepastian aturan perihal aset crypto itu sendiri, kedua sumbangan pedagang, dan ketiga upaya menaikkan kebermanfaatannya bagi ekonomi negara dan kemakmuran masyarakat,” urai Jerry.